<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9342563</id><updated>2011-04-21T18:57:40.187-07:00</updated><title type='text'>Welcome to Onetea's blog</title><subtitle type='html'>Just a simple Blog, It's still underconstruction</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://isonetea.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isonetea.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cardamom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9342563.post-111533682914399193</id><published>2005-05-05T16:43:00.000-07:00</published><updated>2005-05-05T16:47:09.150-07:00</updated><title type='text'>Ki Hajar dan "Ki Hajar"</title><content type='html'>&lt;h4&gt;Ki Hajar dan "Ki Hajar"&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah “Tut Wuri Handayani” tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena istilah tersebut tertera di dalam logo departemen yang mengurusi masalah pendidikan di Indonesia. Istilah tersebut lengkapnya berbunyi “ Ing Ngarso Sung Tulodo ( di depan memberi contoh teladan yang baik), Ing Madyo Mangun Karso ( di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (dari belakang memberi dorongan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah di atas pertama kali diperkenalkan oleh Suwardi Suryaningrat yang pada akhirnya, agar lebih merakyat, mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara. Ia lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Setelah dewasa, ia mendapat kesempatan menempuh pendidikan di STOVIA Jakarta (sekolah calon dokter bangsa Indonesia) karena kecerdasan dan garis keturunannya yang berasal dari keluarga bangsawan. Meskipun jalur pendidikannnya bukanlah di bidang pendidikan, dan berasal dari golongan ningrat namun Ki Hajar sangatlah peduli terhadap nasib bangsa dan negaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, bangsa penjajah selalu merendahkan harkat dan martabat kaum pribumi. Hal itu mengusik hati Ki Hajar. Lalu ia beserta teman-temannya bertekad mengangkat nasib bangsanya melalui jalur pendidikan yaitu dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta. Atas segala jasanya terhadap pendidikan Indonesia, pemerintah RI menetapkan tanggal kelahirannya menjadi hari pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Ki Hajar sudah meninggalkan bumi pertiwi, namun perjuangannya tidaklah berakhir, karena kini telah lahir Ki Hajar lain yang berjuang di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, seperti Mbah Dauzan Farook dan Ibu Daryati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang sudah lanjut, Mbah Dauzan masih tetap bersemangat berjuang menebarkan ilmu kepada para calon pewaris negara ini dengan membangun dan mengelola perpustakaan keliling partikelir gratis miliknya di Yogyakarta yang bernama Mabulir (Majalah dan Buku Keliling Bergilir). Setiap hari ia berkeliling kota untuk mengedarkan berbagai macam buku dan majalah. Ia juga telah mendirikan 100 kelompok pembaca setia perpustakaan kelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak mendapatkan bantuan dari siapapun dalam mengelola perpustakaannya. Semua biaya ia tanggung sendiri dengan memakai uang pensiun yang ia terima setiap bulan sebagai mantan pejuang dalam perang kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di alam kemerdekaan, perjuangannya tidaklah surut. Perjuangan membangun manusia Indonesia menjadi pilihannya, setelah terlebih dahulu berjuang mempertahankan bangunan negara tercintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorang ibu setengah baya (sebut saja Ibu Daryati) yang tinggal di daerah pesisir pantai Kalimantan, di tengah aksi pendulangan sumber daya alam yang dahsyat, selama belasan tahun mengajar anak-anak para nelayan yang putus sekolah dengan kondisi ruangan kelas yang tidak layak di sebut sebuah ruangan. Selama belasan tahun itu pula ia berjuang sendirian tanpa ada pihak yang memperhatikan nasib ”sekolahnya” apalagi menggajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak mempunyai bekal ilmu yang banyak, namun ia berkeyakinan murid-muridnya yang merupakan korban arogansi para penjarah negara ini, termasuk dirinya, haruslah tetap mendapatkan pendidikan walaupun dengan caranya yang semampu ia bisa berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Hajar dan “Ki Hajar” di atas adalah contoh anak bangsa yang berjuang membangun tanah air melalui penebaran ilmu walaupun latar belakang mereka bukanlah dari jalur pendidikan. Keyakinan bahwa bangsa ini akan bangkit melalui pendidikanlah yang melatarbelakangi tekad mereka dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa,walaupun hal itu harus mengorbankan waktu, pikiran dan harta mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak adanya perhatian dari pemerintah dalam hal pendidikan sangatlah sulit menjadi “Ki Hajar.” Namun segala ketulusan membangun bangsa inilah bermulanya semangat para “Ki Hajar” di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini terpuruk karena selama puluhan tahun para pemangku jabatannya lebih mengejar angka-angka pertumbuhan ekonomi dengan melupakan sisi pembangunan manusianya. Lihatlah contoh bangsa lain yang ambruk atau kehilangan kekuatannya karena melupakan bidang pendidikan, seperti Spanyol yang pernah mencapai masa kejayaan karena kualitas manusianya. Dan lihatlah contoh bangsa lain yang dulunya lemah menjadi kuat karena memprioritaskan pendidikan warganya, seperti negara-negara yang sekarang di sebut negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pendidikan kita yang paling mendasar adalah merosotnya kualitas manusia Indonesia baik dari segi prestasi akademis, keahlian dan moral. Sudah saatnya pemerintah sebagai pihak yang sangat berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa membuat program pendidikan yang tepat guna dan berkesinambungan, serta menjalankanya dengan segala kesungguhan. Karena maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari sumber daya manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sangat baik bagi para “Ki Hajar” lainnya untuk selalu mengamalkan semboyan pendidikan bangsa Indonesia yang telah didengungkan oleh Ki Hajar 83 tahun yang lalu kepada para anak didiknya, yaitu hendaknya seorang pendidik menjadi suri tauladan, pemberi semangat dan pendorong bagi murid-muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika orang lain sedang tidur, kamu harus bangun. Ketika orang lain bangun kamu harus berjalan. Ketika orang lain berjalan, kamu harus berlari. Dan ketika orang lain berlari,kamu harus terbang.” ( Prinsip yang ditanamkan sejak kecil kepada orang-orang Korea Selatan, agar selalu berada selangkah di depan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9342563-111533682914399193?l=isonetea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isonetea.blogspot.com/feeds/111533682914399193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9342563&amp;postID=111533682914399193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111533682914399193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111533682914399193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isonetea.blogspot.com/2005/05/ki-hajar-dan-ki-hajar.html' title='Ki Hajar dan &quot;Ki Hajar&quot;'/><author><name>cardamom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9342563.post-111442273718757213</id><published>2005-04-25T02:49:00.000-07:00</published><updated>2005-04-25T02:57:45.786-07:00</updated><title type='text'>Banjir dan Masa Depan Indonesia</title><content type='html'>&lt;h4&gt;Banjir dan Masa Depan Indonesia&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut LIPI, wilayah Indonesia memiliki 6 persen persediaan air dunia atau 21 persen air Asia-Pasifik. Namun kenyataan yang ditemui selalu terdapat tiga masalah klasik air di Indonesia ,yaitu: too much, too little, too dirty. Pada saat hujan air akan berlebihan yang menyebabkan banjir,  pada saat kemarau air akan kekurangan yang mengakibatkan kekeringan.  Selain itu air di wilayah Indonesia terlalu kotor atau tercemar yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan kerusakan tata lingkungan. &lt;br /&gt;Timbulnya masalah tersebut di atas mengindikasikan bahwa keadaan lingkungan alam yang mendukung  proses daur hidrologi sedang atau telah mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pada musim hujan, air dapat disimpan di dalam tanah dengan bantuan akar-akar tanaman yang mampu menahan air, lalu air resapan tanah tersebut dapat digunakan pada musim kemarau.  Karena menurunnya infiltrasi (peresapan) air hujan ke dalam tanah,maka menyebabkan meningkatnya aliran permukaan sehingga terjadilah banjir.  Jadi banjir sangat berhubungan dengan komponen penyerap air seperti hutan, dan daerah resapan air lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa hutan di Indonesia telah mengalami kerusakan akibat deforestasi (penebangan hutan) secara berlebihan. Hutan sebagai komponen utama penyimpan air sudah tidak mampu lagi menjalankan fungsinya.  Tujuh puluh persen hutan di Indonesia dinyatakan telah lenyap. Kerusakan hutan di Indonesia merupakan kerusakan tercepat di dunia. Menurut hitungan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) kerusakan hutan setiap tahun telah mencapai 3,8 juta hektar per tahun atau 7,2 hektar per menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk,situ, rawa dan ruang terbuka hijau lainnya yang berfungsi menampung kelebihan air di musim hujan kini telah banyak ditimbun untuk kemudian berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman, pertokoan dan industri. Apalagi ditambah dengan kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah serta membangun rumah di bantaran sungai berakibat meluapnya sungai saat curah hujan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menyalahkan terjadinya banjir di seluruh wilayah di Indonesia karena peristiwa alam,seperti curah hujan yang tinggi, topografi tanah serta letak wilayah, karena bencana akibat peristiwa alam sebenarnya bisa kita prediksi dan kita hindari jika kita bijaksana dalam mengelola alam. Apalagi jika bencana itu terjadi terjadwal setiap tahun,seharusnya kita bisa cerdas mengantisipasinya, agar tidak menimbulkan banyak korban dan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta yang berada di daerah hilir sungai Ciliwung, selalu mengalami musibah bencana banjir. Banjir di Jakarta telah terjadi sejak tahun 1621 akibat meluapnya sungai Ciliwung. Pemerintah kolonial saat itu telah berupaya mengurangi luapan air dengan cara membangun beberapa bendungan, kanal (terusan air) serta rehabilitasi sungai. Hingga saat ini banjir di Jakarta seakan sebuah bencana terjadwal,karena bencana ini selalu datang setiap musim hujan tiba.  Untuk menanggulangi bencana banjir di Jakarta,pemerintah pusat telah mengucurkan dana pinjaman luar negeri kepada pemerintah provinsi DKI, namun hasilnya hingga kini banjir di Jakarta malah lebih parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tahun lalu kita mendengar banjir hanya terjadi di Jakarta,namun tahun ini secara serentak banjir menimpa daerah-daerah lain yang notabennya dikenal kaya akan hutan serta  daerah di mana lahan yang digunakan untuk pemukiman masih sedikit,seperti di Kalimantan Tengah,Timur dan Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung. Daerah lainnya seperti di Sulawesi Selatan, kabupaten Blitar, Pulau Sumbawa dan kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir di Jakarta terjadi karena kebijakan pemerintah provinsi DKI yang selalu tidak berwawasan lingkungan, seperti menebangi ratusan pohon yang ada di jalur hijau Jakarta demi bus way,pemberian izin bagi pembukaan lahan untuk pemukiman serta tidak adanya program pembangunan yang berwawasan lingkungan. Bila hal ini berlangsung terus menerus, tidak mustahil dapat menjadikan Jakarta laksana danau raksasa pada musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindarkan Jakarta dari amukan banjir yang lebih dahsyat, Naik Sinukaban, Ketua Departemen Konservasi Tanah dan Air IPB, mengajukan konsep “penjinakan”sungai Ciliwung untuk mengamankan Jakarta.  Menurutnya,akar persoalan dan penyebab banjir di Jakarta adalah menurunnya infiltrasi yang mengakibatkan meningkatnya aliran permukaan. Oleh sebab itu, penggunaan lahan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Ciliwung harus ditata agar sesuai dengan kemampuannya menyerap air. Permukiman dan pertanian seharusnya ditata dan dikelola agar koefisien limpasan (proporsi air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah) menjadi rendah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan koefisien limpasan di permukiman dapat dilakukan dengan membuat pedoman pembangunan rumah dan menerapkannya,agar air hujan di setiap rumah/bangunan tidak dialirkan ke selokan tapi diserap ke dalam tanah atau sumur serapan.  Selain itu penurunan koefisien seluruh DAS dapat juga dilakukan dengan pembangunan check dam terutama di daerah hulu dan tengah DAS serta situ-situ di bagian tengah dan hilir DAS.  Untuk melaksanakan konsep penjinakan ini diperlukan kerjasama antara pemerintah provinsi DKI dan Jawa Barat dengan memakai prinsip one river one plan, one integrated management, mengingat DAS Ciliwung meliputi bagian hulu mulai dari Gunung Pangrango sampai stasiun air Katulampa, bagian tengah mulai dari Katulampa sampai stasiun Ratujaya (Depok), dan bagian hilir dari Ratujaya sampai stasiun Manggarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir di daerah lain terjadi karena luapan sungai-sungai yang sudah tidak dapat menampung kelebihan air permukaan karena tidak berfungsinya hutan sebagai penyerap dan penampung air utama pada musim hujan, sebagai akibat dari penggundulan hutan illegal (illegal logging) yang membabi buta yang dilakukan para penjarah dengan jaringan pelakunya yang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen para pihak terkait dan adanya pengorganisasian antar instansi untuk menindak pelaku kejahatan alam dan menyelamatkan konservasi alam sangatlah dinantikan demi menyelamatkan masa depan negeri ini dari kehancuran akibat ketamakan manusia yang berakibat kesengsaraan rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan, puluhan ribu hektar tanah rakyat di daerah terkena bencana banjir mengalami gagal panen (puso). Puso juga terjadi di daerah yang mengalami kekeringan akibat langkanya air di musim kemarau, seperti di Lembata NTT.  Keadaan ini mengakibatkan terjadinya kelaparan di beberapa wilayah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah penting, diaktifkannya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya. Hal ini bisa dilakukan melalui  kerjasama antara pemerintah daerah dan sekolah-sekolah untuk memberikan pendidikan wawasan lingkungan tentang kedisiplinan membuang sampah dan tanggung jawab menjaga ekosistem alam kepada murid-murid sekolah selaku pewaris negeri, juga kepada masyarakat pada umumnya. Karena bagaimana pun, ketidakdisilinan dan ketidakacuhan masyarakat juga memberikan kontribusi yang besar terhadap terjadinya banjir.  Menurut data Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air  Propinsi Jawa Barat,  setiap hari 80 ton sampah masuk ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat mendesak negeri ini harus kita selamatkan dari kehancuran. Jutaan rakyat menanti keseriusan dan komitmen para pembuat dan pelaksana kebijaksanaan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Peringatan Allah haruslah selalu kita ingat bahwa sesungguhnya kerusakan yang terjadi di negeri kita adalah karena ulah kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9342563-111442273718757213?l=isonetea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isonetea.blogspot.com/feeds/111442273718757213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9342563&amp;postID=111442273718757213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111442273718757213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111442273718757213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isonetea.blogspot.com/2005/04/banjir-dan-masa-depan-indonesia.html' title='Banjir dan Masa Depan Indonesia'/><author><name>cardamom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9342563.post-111078095720551583</id><published>2005-03-13T22:13:00.000-08:00</published><updated>2005-03-13T22:23:25.586-08:00</updated><title type='text'>Dibalik Kemajuan Zhongguo</title><content type='html'>&lt;h3&gt;Dibalik Kemajuan Zhongguo&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merealisasikan ambisinya sebagai polisi dunia serta penakluk bangsa-bangsa di dunia ini, Amerika Serikat (AS) dalam sejarahnya telah melaksanakan dua pendekatan, yaitu pendekatan militeristik yang diwakili kelompok rajawali (hawkish) dan non militer yang diwakili kelompok Doves dengan menempuh cara lewat jalur diplomasi,disarmament (pelucutan senjata), development aid (bantuan keuangan) dan detention (penahanan). Oleh karena itu banyak negara besar yang dulu adalah musuh AS sekarang berbalik menjadi sekutunya. Sedangkan negara-negara kecil dan berkembang sudah barang tentu banyak yang didikte oleh negara adi daya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China adalah satu dari sedikit negara yang tidak mudah diperdaya AS. Kita lihat beberapa tekanan AS terhadap China sama sekali tidak mempan, seperti membiarkan China bergabung dengan organisasi dagang dunia (WTO) yang pada awalnya ia (AS) menolak. Contoh lain, As diam tidak berkutik ketika China tidak mengirimkan pasukan ke Irak, juga mengancam memberikan sangsi ekonomi dan pemutusan hubungan perdagangan jika tidak memberantas pembajakan tapi akhirnya semua itu hanya sekedar gertakan AS belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata negara yang tidak bisa mendikte China tidak hanya AS. Negara-negara yang tergabung dalam G7 pun dibuat “berdamai” dengan China. Awalnya mereka menuntut dan menekan China untuk melakukan pembaharuan di bidang politik dan ekonomi dengan melakukan liberalisasi dan mengakhiri sistem pematokan nilai tukar yuan terhadap nilai mata uang dunia, tapi pada akhirnya mereka malah menggandeng China dalam keikutsertaan organisasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang membuat negeri dengan penduduk 1,3 milyar ini bisa berjaya menjadi negara yang bermartabat, yang tidak bisa didikte negara lain? Apakah karena sistem dan paham sosialis komunis yang diterapkan oleh Kung Chan Tang (Partai Komunis) sejak tahun 1949?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai 30 tahun, China sudah muncul menjadi negara yang disegani perekonomiannya. Dalam 10 tahun China menjadi raksasa dunia industri. Cadangan devisa yang pada tahun 1978 hanya sebesar 20 miliar dolar AS, berubah menjadi 500 miliar dolar AS dengan pendapatan perkapita mencapai 1.200 dolar AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan infrasruktur besar-besaran terjadi di berbagai kota seperti di Shanghai, Pudong, Guangzhou dan yang terakhir di Nanning. Sekedar informasi, kota Nanning adalah kota kecil, kalau di Indonesia sebesar kota Cianjur, tapi dalam waktu satu tahun bisa berubah menjadi kota modern dan menjadi tempat penyelenggaraan China-ASEAN EXPO. Jalan protokol di kota kecil ini dibangun dengan lebar lebih dari 30 meter!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal modernisasi hingga kini, China masih giat melakukan pembangunan infrastruktur, otomotif serta industri yang demikian kencang. Ini karena seluruh provinsi di China saling bersaing dalam memproduksi barang dengan kuantitas yang banyak, sehingga ongkos produksi bisa ditekan. Karenanya tidak heran bila harga barang-barang buatan China murah. Panasnya iklim produksi di China mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi China pernah menembus angka 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dirjen WTO, pertumbuhan ekonomi China yang begitu dahsyat mengakibatkan pertumbuhan perdagangan Asia meningkat menjadi 19 %, bandingkan dengan pertumbuhan perdagangan dunia yang sebesar 16 %. Pertumbuhan kegiatan ekspor 34 % sedangkan impor 40 %, bandingkan dengan Indonesia yang hanya sebesar 7 % untuk ekspor dan 4 % untuk impor. Akan tetapi angka-angka tersebut tidak menggambarkan realitas pertumbuhan negara-negara Asia secara keseluruhan, karena angka itu merupakan akibat dari perekonomian China yang fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan yang begitu fantastis ini berawal ketika China dipimpin oleh Deng Xiaoping (1976-1988), oleh sebab itu ia mendapat julukan Bapak Modernisasi China. Pada saat itu para pemangku kekuasaan melihat bahwa pertahanan terbaik suatu negara adalah ekonomi. Pengalaman negara lain menjadi pelajaran,seperti Uni Sovyet, Jerman Timur dan Korea Utara yang lebih memilih pembangunan industri militer sedangkan ekonomi rapuh ternyata bisa mengarah kepada kehancuran. Lalu mulailah dibuka investasi asing di China, dan berkembang hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan China untuk memperkuat ekonomi adalah pilihan yang telah membuat negara tirai bambu ini menjadi negara terpandang, disertai penegakan hukum terutama pemberantasan korupsi yang menjadi musuh utama pembangunan, dan komitmen para pejabat serta masyarakat China untuk melihat China sebagai negara yang makmur dan maju, juga keteladanan yang menjadi prinsip kerja mereka, serta kekuatan pasar lokal yang luar biasa. Bayangkan, kekuatan penduduk yang berjumlah 1,3 milyar orang telah menjadi pasar yang besar tanpa harus bergantung pada konsumen dari luar China. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semua pencapaian fantastis China bukanlah karena sistem ekonomi etatisme (komunisme) yang menjadi acuan negara-negara komunis, tapi karena dalam mengelola negaranya para pemimpin juga masyarakat China telah menjalankan prinsip-prinsip kebenaran universal seperti kerja keras, tanggung jawab, penegakan hukum dan sebagainya. Bila kita menyatakan semua itu adalah karena komunisme, bagaimana halnya dengan Uni Sovyet yang merupakan negara pencetus komunisme di dunia? Hanya dalam waktu 73 tahun saja setelah Revolusi Bolsyewik (komunis) pada tahun 1917, Uni Sovyet bubar lalu disusul negara komunis lainnya seperti Yugoslavia dan JermanTimur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor-faktor keberhasilan ekonominya di atas, China juga menyimpan sejarah yang kelam, yaitu pelanggaran hak asasi dan pemasungan demokratisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1989 terjadi peristiwa yang menewaskan 300 orang (3000 orang menurut versi saksi mata) di lapangan Tian An Men yang merupakan pusat pemerintahan Partai Komunis Rakyat China. Peristiwa ini terjadi karena pemerintah komunis China selalu memberangus setiap gerakan pro demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat sejarah China pada abad ke-19, yang berjuang melepaskan segala bentuk dominasi asing di China adalah para nasionalis yang dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen. Pada saat itu China selalu menjadi pihak yang kalah karena rapuhnya pemerintahan Dinasti Manchu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pihak yang kalah dalam Perang Candu (melawan Inggris), China harus rela dikuasai negara-negara asing selain Inggris seperti Perancis, Belanda dan Jerman, juga harus kehilangan Hong Kong. Pada tahun 1864 terjadi peperangan dengan Jepang yang mengakibatkan China harus kehilangan Pulau Formosa (Taiwan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 Oktober 1911 terjadi revolusi di Wu Chang yang berhasil menjatuhkan Dinasti Manchu, lalu terbentuklah pemerintahan China yang berpusat di Kanton (China Selatan). Pada saat Dr. Sun Yat Sen yang menjadi presiden digantikan oleh Chiang Kai Shek, terbentuklah Partai Komunis China yang dipimpin oleh Mao Tse Tung (Mao Ze Dong). Lalu pada tahun 1949 ketika Partai Komunis China berkuasa, para pendukung negara demokrasi menyingkir ke Taiwan. Hingga kini Taiwan adalah negara para pelarian warga China daratan yang mendukung pemerintahan demokrasi yang baru merdeka secara de facto. China telah memasang 600 rudal yang diarahkan ke Taiwan sebagai ancaman jika sampai mengumumkan secara resmi kemerdekaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China juga merupakan negara dengan budaya tertutup dan menabukan keterbukaan. Dr. Jiang Yanyong, seorang anggota Partai Komunis China dan pensiunan dokter kemiliteran China, adalah salah seorang korban dari budaya ketertutupan pemerintah China. Ia adalah penerima RMAF (Raimon Magsaysay Award Foundation) yang tidak diizinkan menerima penghargaan tersebut di Filipina karena mendapat sangsi tidak bisa bepergian ke luar negeri akibat tindakannya yang membocorkan bahaya wabah sindrom pernafasan akut parah (SARS) yang telah ditutup-tutupi pemerintah China ke majalah Time dan stasiun TV Beijing. Dokter militer ahli bedah ini pun telah membeberkan pengalamannya tentang tragedi Tian An Men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari segala sisi gelapnya, yang jelas karena keberhasilannya dalam memajukan dan mengangkat martabat China di mata dunia, agaknya tidak sedikit warga China pro demokrasi yang akhirnya “tunduk” mengakui keberhasilan pemerintahan komunis yang sebenarnya telah berhasil menerapkan sebagian prinsip-prinsip kebenaran universal dalam mengelola negaranya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9342563-111078095720551583?l=isonetea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isonetea.blogspot.com/feeds/111078095720551583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9342563&amp;postID=111078095720551583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111078095720551583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111078095720551583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isonetea.blogspot.com/2005/03/dibalik-kemajuan-zhongguo.html' title='Dibalik Kemajuan Zhongguo'/><author><name>cardamom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9342563.post-111077644464546474</id><published>2005-03-13T20:59:00.000-08:00</published><updated>2005-03-13T22:29:33.160-08:00</updated><title type='text'>Pujian (EYD=Edisi Yang (rada) Disempurnakan</title><content type='html'>&lt;h4&gt;Pujian (EYD=Edisi Yang (rada) Disempurnakan&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruang chatting internet, ada seorang teman menyampaikan kajiannya tentang pujian. Kajiannya ini diawali dengan kisah Imam Ali r.a. ketika mendapat teguran dari orang yang ia mintai pendapatnya mengenai ceramahnya itu. Seperti yang kita ketahui, Imam Ali r. a. sangatlah piawai dalam berpidato, sehingga setiap kali beliau berpidato selalu memberikan efek yang membuat para pendengarnya menangis. Mendapat pertanyaan itu, orang yang ditanya langsung menegurnya dan mengingatkannya bahwa jika saja ia (Imam Ali) tidak bertanya seperti itu maka amalannya itu tidak akan rusak. Begitulah kira-kira ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut makalah yang saya terima ketika saya menghadiri sebuah seminar Public Relation tahun lalu, senang memuji adalah salah satu dari nilai-nilai plus yang membentuk self-PR yang kuat. Bisa kita bayangkan bila orang sudah mau memuji orang lain berarti dia secara tidak langsung mengakui kelemahan diri dan mengakui kelebihan orang lain. Suatu tindakan yang menunjukkan kerendahhatian bukan? Dalam hal ini kita pasti sudah bisa membedakan mana pujian yang perlu dan tulus serta pujian yang menjilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pernah membaca sebuah kisah orang alim yang selalu dipuji orang karena kealimannya. Dia sungguh merasa tersiksa, karena dia khawatir dengan segala pujian itu dirinya akan terjebak ke dalam perbuatan riya. Maka suatu hari dia melakukan perbuatan buruk seperti mencuri dan sebagainya yang membuat aneh dan kecewa orang-orang yang dulu suka memujinya. Setelah semua orang mencaci dirinya, barulah dia merasa aman karena setelah itu dia merasa tenang menjalankan ibadah tanpa gangguan ketakutan berbuat riya karena pujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang harus kita lakukan ketika kita dipuji agar kita tidak terjebak ke dalam kesombongan ataupun melecehkan orang yang memuji kita? Apalagi hanya karena ingin tenang beribadah sehingga kita rela membuat orang lain menjadi berburuk sangka (kotor hati) terhadap kita, bukankah itu merupakan suatu keegoisan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam menanggapi pujian, ucapan yang paling baik dan tepat adalah dengan mengucapkan “Alhamdulillaah” (segala puji bagi Allah) karena memang Dialah yang pantas untuk dipuji. Kita pintar, kita cantik, kita ganteng, kita sukses dan sebagainya, tidak lain karena kepintaran,kecantikan, kegantengan dan kesuksesan itu adalah karena anugerah dari-Nya, semuanya itu adalah ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari itu, ucapan Alhamdulillaah menunjukkan rasa syukur kita kepada-Nya atas semua anugerah yang telah diberikan, juga merupakan wujud rasa terima kasih kita kepada orang yang memuji kita. Kita harus menghargai orang yang telah mau merendahkan hatinya memuji kita. Bisa jadi orang memuji kita malah lebih layak untuk dipuji. Seperti dalam firman Allah dalam surat An-Najm: 32, “ Janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia Allah lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.” Juga dalam hadist riwayat Muslim, “ Bertawadhulah (merendah dirilah) sehingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal pujian sangatlah bermanfaat, seperti pujian seorang ahli kepada orang yang sedang belajar, pujian seorang guru kepada muridnya, pujian orang tua kepada anak-anaknya atas perbuatan baik dan prestasi yang dicapai, juga pujian seorang teman kepada temannya yang selalu tidak percaya diri dan menganggap dirinya seorang “never do well” person. Semua pujian itu niscaya akan membangkitkan semangat mereka dan memandang dirinya sangatlah berharga, sehingga kepercayaan diri akan tumbuh untuk berbuat yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pujian dianggap sebagai penyebab kesombongan, kita pun harus ingat bahwa penyebab kesombongan tidaklah hanya pujian. Banyak hal lain yang bisa membuat kita terjebak ke dalam perbuatan sombong, seperti hak jawab ketika mendapat kritikan terutama dari orang yang tidak kita sukai atau bersebrangan pandangannnya dengan kita lantas kita memamerkan segala kehebatan kita, merendahkan orang lain hanya karena mereka belum memakai busana muslimah, dan sebagainya. Dalam surat Al-A’raf: 47 Allah berfirman, “ Apakah mereka yang kamu katakan tidak bakal mendapat rahmat, tiba-tiba kini diperintahkan : Masuklah kamu ke sorga, dengan tiada rasa takut atau sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua bisa melatih diri kita menjadi orang yang selalu rendah hati, sehingga setiap pujian yang kita terima lebih membuat kita bertambah kagum kepada-Nya. Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9342563-111077644464546474?l=isonetea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isonetea.blogspot.com/feeds/111077644464546474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9342563&amp;postID=111077644464546474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111077644464546474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9342563/posts/default/111077644464546474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isonetea.blogspot.com/2005/03/pujian-eydedisi-yang-rada.html' title='Pujian (EYD=Edisi Yang (rada) Disempurnakan'/><author><name>cardamom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
